Mediasiber.co.id,Terungkap Kantor Desa Neglasari di Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, yang terbakar Sabtu (18/1/2020) lalu,di duga dibakar sang kepala desa itu sendiri.
Pelaku pembakaran Wawon gunawan Sang Kepala Desa Neglasari,yang masih menjabat selaku kades serta kakaknya bernama Budiman,kedua pelaku bersaudara.
“Dari hasil perkembangan penyelidikan, yang kita lakukan di lapangan dan hasil penelitian dari Puslabfor Mabes Polri bahwa kantor Desa Neglasari dibakar,karena pelaku takut diaudit,” kata AKBP Dony Eka Putra kepada wartawan, Senin Februari 17 /2/2020.
Anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya, lanjut Dony, bergerak cepat menangkap kedua pelaku.
BD membakar kantor desa seorang diri, namun diketahui oleh sang adik yang juga Kepala Desa Neglasari. BD sempat menghilang sesaat setelah kantor desa terbakar.
BD melarikan diri ke sejumlah kota mulai Tangerang, Subang, Cirebon serta Garut. Selama pelarinya, BD ternyata hendak berobat luka bakar yang dialaminya.
“Keduanya kita tetapkan sebagai tersangka, BD sebagai pelaku utama yang membakar kantor desa sedangkan WG yang membantu pelaku utama membakar kantor desa, BD ini sempat kebakar tangan kanannya saat lempar buku pada api yang menyala, dia lupa tangannya masih ada bahan bakar hingga akhirnya terbakar,” jelas Dony.
Pelaku Utama BD itu ditangkap di Garut, Minggu (9/2). Sementara WG diamankan Senin (10/2) sehari setelah kakaknya ditangkap.
Dony menambahkan, motif pembakaran kantor desa, ada ketidaksiapan pelaku menghadapi audit keuangan Dana desa dari tahun 2016-2019 yang akan dilakukan Inspektorat ke Desa Neglasari atas dorongan aksi demo warga.
Sebelum dibakar, Kantor Kepala Desa Neglasari sempat didemo dua kali oleh warganya yang memintai transparansi anggaran.
“Sehingga pas kejadian Sabtu (18/1) dua hari sebelum audit yang akan dilakukan oleh Inspektorat Senin (20/1), karena belum bisa memberikan pertanggungjawaban atas laporan keuangan desa, sehingga muncul niat atau inisiatif menghilangkan barang bukti membakar kantor desa Dan berkas laporan keuangan yang ada dikantor desa.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 187 KUHP, tentang barang siapa yang sengaja menimbulkan kebakaran bagi barang dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.
Serta, junto Pasal 56 KUHP tentang Barang siapa sengaja memberi bantuan untuk melakukan kejahatan dengan pidana penjara minimal 4 tahun,”Tukasnya.
#MS/TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close