Lagi, Tower BTS Milik Protelindo Dikeluhkan Warga

MEDIASIBER.CO.ID,- Konflik antara provider pengelola tower  Base Transceiver Station (BTS) dengan warga kerap terjadi. Terbaru, warga Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, dan warga Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung menolak keberadaan tower yang telah lama berdiri dilingkungan mereka.
Warga menganggap keberadaan tower itu tak memberikan manfaat apa-apa, bahkan mereka menuding, dampak radiasi tower jadi penyebab kerusakan perangkat elektronik milik warga.
Sejumlah warga mengancam akan memasang banner penolakan terhadap provider pengelola tower. Mereka juga mendesak pihak pengembang untuk memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk kepedulian kepada warga sekitar.
Ketua LPM Kelurahan Way Lunik, Buhori membenarkan adanya penolakan tower dari warga. Menurut dia penolakan tower yang berada di Jalan Agus Salim itu diduga lantaran warga tidak pernah dilibatkan bahkan tidak dimintai izin pembangunanya. Hal ini memancing kekesalan warga yang dekat dengan lokasi tower.
Sambung Buhori, penolakan warga sudah berlangsung sejak lama. Sebab, warga merasakan imbas negatif karena jaraknya dekat dengan permukiman, “Sudah ada lima puluhan orang yang menandatangani pernyataan menolak tower. Meminta tower direlokasi jauh dari permukiman warga,” pungkasnya.
Ia meminta pihak Protelindo mensikapi keluhan warga agar dapat dicarikan solusi yang tidak merugikan kedua belah pihak, “Kita sih berharap dapat segera disikapi, jangan menunggu tower disegel warga,” ujarnya.
Hal serupa diutarakan Ketua RT 02, Tumiran menurut dia, warga menolak tower milik PT Protelindo lantaran menganggap pihak perusahaan mengabaikan keberadaan warga sekitar tower, “Jangankan CSR untuk warga, kami aparatur Kelurahan Way Lunik pun tidak pernah tahu surat perizinan pendirian bahkan tidak pernah meminta izin lingkungan setempat,” tukasnya.
Sementara, di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi waras, warga juga mengeluhkan hal yang sama, mereka meminta pihak Protelindo memperhatikan keberadaan warga.
“Dulu sekitar tahun 2015 memang PT Protelindo pernah membantu warga, tapi setelah itu nihil,” ungkap Tagor warga sekitar.
Ia menyampaikan, puluhan warga sekitar telah membuat pernyataan penolakan terhadap keberadaan tower, bahkan akan segera menyegel tower jika tidak direspon PT Protelindo
“Jangan nunggu di segel warga seperti dulu baru peduli,” tukasnya. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *