Terkait Dugaan Penggunaan DD Tak Transfaran,LAI DPC Kabupaten Pesawaran Agendakan Aksi

Terkait Dugaan Penggunaan DD Tak Transfaran,LAI DPC Kabupaten Pesawaran Agendakan Aksi

Mediasiber.co.id,Pesawaran,Lembaga Aliansi (LAI) Kabupaten pesawaran Akan segera menggelar aksi demonstrasi atas Dugaan tidak transparan nya Pj kepala Desa penegahan kecamatan way khilau dalam mengelola anggaran negara di tahun 2019 di tahap ahir yang di terima.

Dalam hal ini Sutrisno selaku kordinator
menyampaikan

Kami secara kelembagaan swadaya masyarakat yang tergabung dalam lembaga Aliansi Indonesia DPC kabupaten pesawaran, akan menggelar aksi unjuk rasa secepatnya di depan kantor Bupati kabupaten pesawaran dan kantor inspektorat kabupaten pesawaran terkait persoalan dugaan Korupsi perealisasian dana desa (DD) di salah satu kecamatan di kabupaten pesawaran khususnya kecamatan way khilau Desa Penengahan.”Ungkap Sutrisno,pada Rabu (12/2/2020).

Sutrisno pun menambahkan,
selaku Korlap Lembaga Aliansi Indonesia (DPC) kabupaten pesawaran bahwa diduga dalam prealisasian Dana desa yang di Kelola oleh PJ Tahun 2019 di desa penengahan yang di pimpin oleh Sekertaris kecamatan way khilau diduga telah terjadi korupsi secara terang-terangan

“Pengelolaan anggaran kurang Lebih Rp.600.000.000 (enam Ratus Juta rupiah) yang di kelola oleh sekcam way khilau yang pada saat itu sebagai PJ kepala desa penengahan sangat tidak ada ketransfaran dalam prealisasian anggaran.dan kami menduga anggaran dana desa yang di kelola oleh PJ saat itu fiktif, maka dari itu kami secara kelembagaan yang tergabung dalam Lembaga Aliansi Indonesia DPC kabupaten pesawaran akan menggelar aksi kegiatan Parlemen Jalanan untuk mendesak aparat penegak hukum khususnya  untuk segera meng Audit dugaaan korupsi Sekertaris kecamatan way Khilau, dan mendesak pihak inspektorat kabupaten pesawaran segera meng Audit prealisasian anggaran yang di kelola oleh PJ desa penengahan tahun 2019.”Pungkas dia.

Sayangnya sampai berita ini di turunkan (Pj Desa penengan ) tersebut belum dapat di konfirmasi sebatas mana kebenaran dari dugaan tersebut.

 

(Rls/Faqih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *