Tambang Emas Ilegal Leluasa Beroperasi di Way Kanan Walau Sudah Menelan Korban Meninggal Dunia

Tambang Emas Ilegal Leluasa Beroperasi di Way Kanan Walau Sudah Menelan Korban Meninggal Dunia

WAY KANAN, Mediasiber.co.id,- Tambang Emas yang diduga tidak mengantongi izin Operasi hingga saat ini masih melenggang, walau beberapa waktu lalu sudah pernah memakan dua (2) korban jiwa meninggal di lubang galian tambang, Yanto pemilik mesin dan lahan tambang pun hingga saat ini masih melenggang melakukan kegiatan penambangan ilegal tersebut.

Yanto Warga Kampung Negeri Batin km20 Kecamatan Umpu semenguk Way Kanan tidak pernah kapok-kapok untuk melakukan penambangan liar ilegal walau diduga galian tambangilik nya tersebut sudah pernah memakan korban meninggal tertimbun galian di lokasi penambangan tersebut.

Hal ini di benarkan oleh Hamzah pemilik tambang liar ilegal yang berlokasi di dusun Suban Kampung Negeri Batin, pada saat di temui di kediamannya pemilik tambang ilegal ini membenarkan bahwa kejadian meninggal tersebut adalah anak buah Yanto yang tidak lain adalah bos dari Hamzah sendiri, dan kejadian tertimbunnya pekerja tambang tersebut di aliran sungai Way Umpu yang disebut daerah Binjai.

Dan miris nya lagi tambang ilegal ini menyebab kan Pencemaran air Sungai Umpu yang mana air sungai ini sangat di butuh kan masyarakat pada saat musim kemarau.Dan pencemaran itu pun di sadari oleh pemilik tambnag ilegal itu.

Saat team fpii berkomunikasi kepada Hamza Pemilik tambang ilegal itu,
Kemana membuang limbah galian itu?
“Kami membuang nya ke air umpu”, Tutur Hamza.

Dan pada saat di tanya tentang legalitas penambangan tersebut dengan lantang Hamzah mengatakan tidak ada yang memiliki izin.

“,Kalau izin semua TI di Way Kanan ini tidak ada yang memiliki izin, termasuk masyarakat di sini ada lima (5) tidak ada yang punya izin”, katanya saat di mintai keterangan oleh Awak media.

“,Benar yang meninggal tertimbun di lubang waktu itu anak buah nya Yanto, ada dua (2) ponakan sama pamannya Yanto tapi itu kabarnya sudah damai, kalau soal yang lain tanyakan langsung saja sama Yanto”, lanjut Hamzah.

Sangat disayangkan tambang liar yang tidak mengantongi dan kelengkapan Sefti dan pelatihan tentang pertambangan dan sudah banyak memakan korban jiwa hingga kematian para pekerja masih dibiarkan beroperasi.

Hal ini akan disampaikan ke dinas Provinsi dan pihak terkait agar dapat ditertibkan sebelum mendapatkan penyuluhan dan pelatihan tatacara pertambangan. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *