Warga Desa Kecapi Lamsel Keluhkan Pemotongan Dana BLT DD,Kades Berkilah

MEDIASIBER.CO.ID,-Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Kecapi, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan mengeluhkan pemotongan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap II Tahun 2020 sebesar Rp50 ribu.
Berdasarkan informasi yang berhasil himpun Awak media Senin, 14 September 2020, tidak hanya pemotongan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Namun, ditemukan aparatur desa setempat yang menerima bantuan sosial yang bersumber dari dana desa tersebut.
“Pemotongan BLT DD tersebut tanpa musyawarah, sehingga KPM merasa kecewa dengan adanya potongan yang dilakukan oleh aparatur desa. Itu jelas melanggar aturan pemerintah,” kata Burhanudin Zaini salah seorang warga Desa Kecapi, Senin, 14 September 2020.
Menurut Zaini, warga merasa kecewa dengan tindakan aparatur desa yang sewenang-wenang. Ia menyebutkan besaran potongan bervariasi. “Memang tidak semua KPM dipotong dengan besaran potongan rata-rata Rp50 ribu per KPM,” ujarnya.
Hal senada dikatakan warga lainnya, Hasli Harun. Menurutnya, ia menyaksikan langsung pencairan dana bantuan sosial salah satu aparatur Desa Kecapi mengambil bantuan sosial tersebut ke Kantor Pos Kecamatan Kalianda.
“Sudah beberapa kali Kadus kami dipanggil namanya oleh petugas Kantor Pos untuk menerima Rp600 ribu. Sampai sekarang juga masih menerima bantuan tersebut, padahal insentif Kadus udah besar,” ujar Hasan.
Menanggapi itu, Kepala Desa Kecapi, Kecamatan Kalianda, Ridwansyah, membenarkan jika salah satu aparatur desanya menerima bantuan sosial tersebut. Namun, pihaknya telah mengusulkan agar tahap berikutnya yang bersangkutan tidak menerima lagi bantuan bagi warga terdampak Covid -19 tersebut.
Sedangkan terkait pemotongan BLT DD, Ia mengaku tidak tahu menahu dan baru mendengar informasi itu. “Kalau pemotongan dana bantuan yang dilakukan oleh aparatur saya. Itu benar-benar tidak saya ketahui atau tidak ada instruksi dari saya pribadi,” katanya.
Sementara itu, Camat Kalianda Zaidan mengaku sangat menyayangkan tindakan tersebut. Sebab bagimanapun alasannya pemotongan itu tidak dibenarkan dan melanggar aturan.
“Saya sudah sering mewanti-wanti untuk hal yang satu ini. Namun, kalau tetap membandel ya siap-siap saja menerima sanksi tegas. Bisa saja sanksi itu bersifat pemecatan terhadap yang bersangkutan,” tandas Zaidan.(Farida)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *