Dari DPO,Sampai Jabat Kades,Ini Rentetan Dosa Oknum Kades Candi Mas Kec.Natar Lamsel

Lampung Selatan,mediasiber.co,-Sebelum menjadi Kepala Desa,Suwaldi Oknum Warga Desa Candi Mas,Natar Lampung Selatan, Dikabarkan Pernah Menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Dugaan Kasus Pencurian Sapi Milik PT.Siantori,Pada Tahun 2014 Lalu.
//Poto Andrei Suwaldi//
Pencurian 2 ekor sapi PT.Siantori tersebut,Dugaannya (pelakunya)Dulu adalah Suwaldi Yang Saat ini menjabat Kades Candimas Kecamatan Natar Lampung Selatan,”Beber Warga Natar Lampung Selatan Yang Namanya enggan dipublikasikan.Senin (3/08/2020).
Masih Kata Warga Lainnya,Kok bisa Suwaldi membuat SKCK dipolres lamsel,sementara beberapa Tahun lalu dirinya pernah menjadi DPO.
Adapun kronologis nya sebagai berikut:
  Pada tahun 2014 lalu SUWALDI meminta kepada saudara JAMHARI untuk membawa daging sapi dengan menggunakan mobil Jamhari di mana belakangan di ketahui bahwa daging sapi tersebut berasal dari hasil curian saudara SUWALDI yang di peroleh dari pelabuhan panjang hendak di bawa ke PT.SIANTORI sebanyak 2 ekor.
Selanjutnya,saudara JAMHARI tertangkap oleh pihak yang berwajib,sementara saudara SUWALDI selaku pelaku utama berhasil melarikan diri dan sampai saat ini belum juga ditangkap.dia masih menghirup udara bebas.sedang kan saudara JAMHARI sudah melaksanakan hukuman di rutan kalianda (dibui),pada tahun 2014 lalu,”ucap dia singkat.
Kuasa hukum saudara SUWALDI menjelas terkait peristiwa pencurian tersebut sudah ada perdamain antara saudara SUWALDI dan pemilik sapi,yang berarti membenarkan ada nya peristiwa tersebut.
Namun, menurut beberapa warga desa candi mas perdamaian bukan lah suatu alasan untuk menghentikan unsur pidana hanya sebatas meringankan hukuman.
Terkait akan pembuatan SKCK kuasa hukum saudara SUWALDI mengatakan  terbitnya surat tersebut dari polres lampung selatan.
karna  berkas dan surat kelakuan baik saudara SUAWALDI mungkin tidak di periksa terlebih dulu dan tiba tiba terbit surat SKCK tersebut. dan menurut kuasa hukum nya dalam hal ini saudara SUWALDI tidak dapat di persalah kan.
Menanggapi hal itu,beberapa warga yg engan di sebutkan nama nya masyarakat candi mas menegaskan agar penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.
Kami minta penegak hukum mengusut tuntas persoalan tersebut,”Pintanya.
Menurut warga yang namannya enggan disebutkan satu persatu ini,karna itu ranah pidana umum.tentu sebuah perdamaian bukanlah suatu alasan untuk menghentikan unsur pidana,hukum harus di tegak sesuai hukum yg berlaku saat ini.”tegas salah seorang warga Yang nama enggan di Publis.
Di samping kasus yg lama belum selesai,Lanjut warga, ada permasalahan yang baru lagi ada dugaan pungli  Program pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) Tahun 2019 oknum aparat desa candi mas memungut biaya (Warga pemohon_red) di pungut dana sebesar 1 juta S/d 1.4 juta rupiah.
“Iya,Ada yang  sampai berhutang,karna demi membuat sertifikat”Keluh Masyarakat setempat.
Saat tim turun dan hasil konfirmasi di rumah kades.SUWALDI Alias AS  pun mengakui hal tersebut.Namun dirinya,terang terangan mengatakan, pungutan sebesar itu untuk makan dan minum dan gaji panitia yang bekerja (untuk mengurus pembuatan SKT dan pembelian materai dan biaya lainnya),”Akunya Sang Kades.
Sementara itu,Warga natar lamsel lainnya membeberkan,Selain DPO,Dugaan Pungli PTSL.juga ada bukti pungli kades Suwaldi disemua perusahaan candimas,semua perusahaan dipungli oleh kades Suwaldi,”Ungkapnya.(Far/Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *