Lampung Selatan

Soal Ijasah Oknum Kadus,LBH Cakra:Sang Kades Diduga  Ciderai Regulasi Permendagri No 67 Tahun 2017

Lampung selatan,mediasiber.co.id,-Menanggapi Pemberitaan Disejumlah Media Online,Tekait Dugaan Pengangkatan Oknum Kepala Dusun (kadus) desa Wonodadi Kecamatan Tanjung sari Lampung selatan Oleh Kepala  Desa Wonodadi Diduga (Sangkades) Telah Menciderai Regulasi peraturan Permendagri No 67 Tahun 2017.
Demikian Dikatakan Derektur LBH Cakap rakyat amanah (Cakra) Lamsihar Sinaga SH, saat di mintai tanggapannya di kantornya di jalan Salim Batu bara.No 138 Teluk betung utara Bandar lampung,Pada Minggu (26/07).
“Menurutnya ada dugaan Kuat menciderai regulasi Peraturan Mentri Dalam Negri (Permendagri) No 67 Tahun 2017 Pasal 2. (1) Perangkat Desa diangkat oleh kepala Desa dari warga Desa yang telah memenuhi persyaratan umum dan khusus. (2) Persyaratan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut: a. berpendidikan paling rendah sekolah menengah umum atau yang sederajat; b. berusia 20 (dua puluh) tahun sampai dengan 42 (empat puluh dua) tahun; c. dihapus; d. memenuhi kelengkapan persyaratan administrasi.(3) Persyaratan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yaitu persyaratan yang bersifat khusus dengan memperhatikan hak asal usul dan nilai sosial budaya masyarakat setempat dan syarat lainnya.(4) Persyaratan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan dalam peraturan daerah.
“Kata dia,Ini berbeda Pengangkatan kepala Dusun (Kadus) Tidak memenuhi Standar Dan Ijasahnya Cuman Smp Paket.Jadi jelas Sangkades Diduga Tidak Mengerti Aturan.”Terang Lawyer Lamsiar Sinaga SH.
Masih Kata Bang ALam Sapaan Akrab Beliau,itu Sudah menciderai perundang undangan,Sang Kades harus bertanggung jawab Dan harus mematuhi peraturan.Pasalnya,Sikades dapat dijerat Undang undang Permendagri No 67 Tahun 2017.
“Ya,jadi tidak ada alasan Sang kades Suparman berkilah.menurutnya,bahwa pengangkatan kadus Tersebut  dirinya (Suparman_red)meneruskan dari kades yang dulu Pada tahun 2015 Lalu.artinya, sangkades mengetahui dan harusnya dirinya merekomendasikan pemberhentian melalui Camat Setempat.Bukan Pembiaran,Tegasnya.
Diberitakan Sebelumnya,Berdasarkan pengakuan seorang Oknum kadus Jumawan Alias JN Saat di konfirmasi di rumahnya 23/07/2020.Menjelaskan, dirinya mengaku menjabat sebagai Kepala Dusun (kadus) hanya memakai ijasah Sekolah Menengah Pertama SMP/sedrajat. itu pun melalui paket B. dan saya menjabat kadus selama dua (2) priode menjabat sebagai Kepala dusun (kadus), dusun B1 Desa Wonodadi. Hinga berganti Kepala desa masih menjabat (kadus).
Tapi sangat di sayangkan Oknum kadus di duga tidak memenuhi persyaratan sesuai peraturan daerah Lampung selatan (Perda) No 6 Tahun 2015. Setiap Aparatur Desa harus memiliki pendidikan Sekolah menengah atas SMA/sedrajat. dan Permendagri No 67 Tahun 2017.
Di tempat terpihas Kepala Desa Suparman saat di konfirmasi melalui phonsel (24/072020). menurutnya Kepala dusun (Kadus) yang berinisial JM sudah lama di angkat sejak tahun 2015 lalu. telah di angkat sebagai Kadus dari sebelum saya menjabat sebagai Kepala desa (Kades). “Kilahnya.
Penulis:Riyan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *