Dugaan Penggelapan Dana Sewa Kombet (Alsintan) Puluhan Juta Milik pok Tani Sido Muncul Tanjung Agung mengeruak

Dugaan Penggelapan Dana Sewa Kombet (Alsintan) Puluhan Juta Milik pok Tani Sido Muncul Tanjung Agung mengeruak

LAMPUNG SELATAN,-Dugaan Penggelapan Dana Sewa Kombet (Alsintan) Puluhan Juta Rupiah Milik Kelompok Tani Sido Muncul Tanjung Agung Katibung Lampung Selatan semakin mengeruak kepermukaan .

 

Pasalnya ,Combet (Combine harvester) alat untuk memanen padi yang didapat dari bantuan Dinas pertanian beberapa Tahun yang lalu ,kini kondisinya sudah rusak parah dan tidak dapat dioperasikan lagi.

Bahkan saat ini keberadaan combet tersebut tidak ditangan anggota/pengerus kelompok, melainkan ditempat seseorang penyewa bernama “Supriyanto” warga Desa Beringin Kencana Kecamatan Candipuro Lampung Selatan.

Saat Media ini melakukan konfirmasi dikediamannya (1/07/2020), diakui oleh Supriyanto bahwa Combet teesebut milik Kelompok Tani Sido Muncul I Dusun Nurul Amal Desa Tanjung Agung Katibung Lampung Selatan yang saya sewa sudah dua bulan seharga sewa Rp.15.000.000.00, jelasnya.

“saya terima combet dari Yusuf seorang kepercayaan dari ketua Kelompok Tani Sido Muncul I “Warno” ,menurut keterangan darinya ,Combet ini dari Rawa Jitu Kabupaten Tulang Bawang yang sudah dua Tahun disewakan ,jadi sayapun menyewa alat ini kondisinya bukan barang baru,jadi wajarlah kalau saya pakai sambil dilakukan perbaikan (servis)”,jelasnya.

Sementara pengakuan dari beberapa anggota yang tergabung didalam Kelompok tersebut ketika dikonfirmasi terkait prihal sewa alat Combet, mengatakan “tidak tau menahu”,Jelas anggota.

Selama kami menjadi anggota kelompok Tani, terkait adanya bantuan Combet yang kenyataannya malah disewakan oleh oknum Ketua Kelompok ke Kecamatan Rawa Jitu Kabupaten Tulang Bawang dan Kecamatan Candipuro Lam-Sel,

“kami tidak pernah ada rapat membahas prihal sewa tersebut,dan kami akan mempertanyakan bahkan akan mengadukan kesewenang-wenangan ini kepada pihak berwajib “,katanya.

Sebab bagaimanapun kami selaku anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama terhadap keberadaan kelompok berikut permasalahan diinternalnya, tegas anggota.

Atas kejadian ini, diperkirakan Kelompok mengalami kerugian sebesar Rp.63.000.000.00.

Kepala UPT Pertanian Kecamatan Katibung Lam-Sel ,”Mahmud” ketika dikonfirmasi media ini terkait dugaan penggelapan dana sewa Combet mengatakan,

“saya selalu mengingatkan kepada ketua kelompok agar alat Combet tersebut selalu diawasi dan dijaga jangan sampai terjadi kerusakan sehingga tidak bisa diperbaiki, apalagi hilang “,katanya.

Saat ditanya, kapan turunnya bantuan Combet? Jawabnya, di Tahun 2016/2017 Betujuan untuk mengadopsi teknologi pertanian yang lebih moderen, jelas Mahmud.

Berdasarkan hasil pentauan media ini dilapangan, secara kasat mata ,di Dusun Nurul Amal Desa Tanjung Agung tidak terlihat adanya bentangan tanah persawahan yang cukup luas untuk ditanami padi, jadi tidak heran, kalau bantuan Combet dari Pemda tersebut malah disewakan, Sebab, sebetulnya mereka tidak membutuhkan alat tersebut.

Tetapi kenyataan dilapangan, Combet yang dibantu untuk kebutuhan seluruh anggota Kelompok, ternyata diduga oleh Ketua Kelompok Tani tersebut malah disewakan tanpa ada persetujuan para anggota .

Ada dugaan rekayasa yang direncanakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab baik dari unsur Pemerintah atau masyarakat demi untuk kepentingan pribadi memperkaya diri dengan memanfaatkan jabatan sehingga merugikan keuangan Negara.

Dan menurut dugaan perolehan hasil sewa Combet tidak masuk ke kas bendahara Kelompok, melainkan keoknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ketua kelompok Tani Sidomuncul I “Warno” ketika dikonfirmasi terkait sewa Combet membenarkan bahwa sejak bantuan diterima pada Tahun 2016 lalu dari Pemerintah Kabupaten Lam-Sel hari itu juga langsung dibawa ke Kecamatan Rawa Jitu Kabupaten Tulang Bawang untuk disewakan selama hampir satu Tahun, setelah itu ditarik kembali kearah Waysulan disewakan sama Yusup salah satu Kelompok Tani yang ada di Desa tersebut, dan diakui olehnya bahwa Combet milik Kelompok Taninya itu belum pernah pulang sampai sekarang hingga saat ini kondisinya rusak tak terawat di kecamatan Candipuro Lam-Sel.

Selain itu ,Warno juga membantah kalau dikatakan tidak terlebih dahulu melakukan musyawarah kepada anggotanya saat akan menyewakan Combet kepada orang lain,2/3 anggota ikut hadir pada saat rapat anggota ,jelasnya.
(SI/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *