sumber : @bennyjmamoto
Maengket merupakan tarian daerah Sulawesi Utara khas Suku Minahasa. Sebuah tarian kelompok berpasangan, umumnya 12 pasang penari pria dan wanita. Mereka menari sambil menyanyi dipimpin oleh seorang wanita yang disebut kapel. Istilah Maengket berasal dari kata “engket” yang berarti bergerak bersama.

Maengket telah menjadi bagian budaya masyarakat Minahasa sejak mereka mengenal pertanian. Pada mulanya hanya berupa nyanyian-nyanyian sakral yang dimaksudkan untuk kepentingan-kepentingan khusus. Terlahir dalam lingkup masyarakat petani sebagai bagian dari upacara padi yang sakral.

Dalam tari ini dikenal tiga jenis penyajian, yakni Maowey Kamberu, Marambak, dan Lalayaan. Ketiga jenis dibedakan oleh tema dan hanya Maowey Kamberu yang berkaitan dengan pertanian. Marambak bertemakan seputar pembangunan rumah baru, sementara Lalayaan lebih kepada tarian pergaulan muda mudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close