Sanggar Seni, Sekolahku Ramai

Sanggar Seni, Sekolahku Ramai

 

Berbaris

Derap langkah kaki berbaris tanpa arah
Cita-cita Ku sirna
Bapak ku petani kakiku berdarah dalam langkah penuh luka

Bandar lampung,12 Januari 2020.

Sanggar

Bernyanyi menari menulis seakan cita-cita itu hadir
Aku menjerit
Pergi dengan penat
Bayangku menyapa

Bandar lampung,11 Januari 2020.

Sekolahku Ramai

Sekolahku ramai,Suara suara
Teriakan meminta keadilan
Menyampaikan keadaan
Berharap kepada penguasa-
Penguasa Berikanlah hidupku yang dulu
Tenang
Dan kupakai kasutku dan segera kencangkan tali sepatuku
Suara suara hiruk pikuk didepan gedung penguasa terselip gurau penuh harap tapi penguasa tidak mendengar,semangat penerus bangsa ini
Memang harus terus dikobarkan walau jiwa seperti orang mati

 Lampung,10 Januari 2020.

Pergi

Pergi Inginku pergi
Berbicara pada dunia
Berkarya tanpa kata
Seragamku robek
Senyumku bercita rasa

Bandar Lampung,5 Januari 2020.

Daunku hijau

Bersemai disemak duri
Aku semai diatas Batu
Ada benih yang hidup ditengah tanah duri namun mereka tak berujar
Ada benih yang tersemai diincar burung gagak ada juga benih yang hidup diatas batu garam asin dunia menjadi terang tuhan terbit atasmu akar pohon yang kuat cerminan buahnya berbuah sepanjang musim

Bandar lampung, 18 Desember 2019.

Awan mendung

burung diudara tak menyapa
Langit
Perih bencana melanda tanah
longsor banjir bencana hadir suara tangisan berduka memohon doa bersandar pada Tuhan yang esa

Bandar lampung,7 Desember 2019.

#Ditulis oleh hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *